


Usaha yang mandiri, selain membutuhkan tekat dan niat yang kuat tetap tidak bisa lepas juga dari satu hal yakni Modal. Keterbatasan modal inilah yang seringkali menyurutkan niat para calon usahawan dalam mewujudkan impianya. Hal yang sama juga pernah di alami oleh Prasetyo, alumni Bina Insani asal Bantul yang sekarang menjadi peternak dan Pengusaha susu kambing. Seperti di tuturkan oleh Prasetyo saat di temui di peternakan Kambing Perahnya di Karangnongko, Sumberagung, Jetis Bantul"Awalnya saya sangat bingung dengan masa depan saya, karena saya hanya tamatan SMA dan dari keluarga petani yang minim dalam keuangan. Berbekal dari itulah ahirnya saya masuk program Diklat Bahasa Korea Bina Insani agar saya bisa berangkat ke Korea untuk mengumpulkan modal. Berbekal kemampuan bahasa yang saya dapat dari Bina Insani, ahirnya saya bisa berangkat ke korea. Selama kurang lebih 3 tahun saya bekerja ke Negeri Ginseng, banyak suka duka yang saya alami, tapi saya tetap bersemangat dengan motivasi ingin mengumpulkan modal untuk usaha saya"
"Sepulang dari korea saya sempat bingung mau usaha apa, ahirnya karena saya asli desa, saya tertarik untuk membuat peternakan kambing perah jenis Etawa, banyak hal yang bisa saya dapatkan dari sini dan Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa menikmati hasilnya. Bagi teman-teman yang ingin maju, jangan berputus asa akan tetap ada jalan salama kita mau berusaha dan berdoa"tutup Prasetyo.
Prasetyo mungkin hanya segelintir kecil dari ribuan TKI yang bekerja ke luar negeri, tapi dari semua ini kita dapat belajar bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita ada niat dan usaha. seperti Prasetyo, yang dengan niat dan kesungguhanya, ahirnya sekarang bisa menjadi pemilik peternakan Kambing perah dengan omset ratusan ribu perharinya.

